Apa yang paling Anda harapkan saat membaca sebuah postingan cerita seseorang di facebook?
Bukankah membacanya sampai tamat?
Nah, begitu pula orang yang membaca novel yang Anda posting. Bila seseorang menemukan sebuah postingan novel Anda, kemudian dia membacanya dari bab ke bab, lalu akhirnya ternyata cerita itu tidak selesai, dan diminta beli? Apa kira kira yang dia rasakan?
Kecewa!
Pasti sangat kecewa.
Kalau dia menemukan postingan baru lagi dari akunmu, apakah dia akan membaca?
Tidak akan.
Dia tidak akan berminat lagi.
Akhirnya, setiap kali kamu posting, orang tidak akan peduli lagi pada postinganmu, karena dia tahu, cerita yang kamu bagikan tidak akan tamat. Mereka takkan like lagi, tidak akan komentar lagi, tidak akan menshare lagi, tidak akan antusias lagi, karena mereka sudah kecewa.
Dan kalau sudah begitu, kalau sudah tidak lagi dipedulikan orang, facebook tidak akan merekomendasikan lagi setiap postinganmu.
JADI HARUS GIMANA?
Ya, jawabanannya sangat mudah. Postinglah cerita sampai tamat, jangan mengecewakan pembaca.
Bolehlah satu dua cerita kamu bagikan sebagiannya saja lalu mengajak ke aplikasi untuk membaca terusannya, tapi pastikan, beritahukan pembaca dari awal bahwa cerita yang sedang mereka baca tidak akan diposting sampai tamat, supaya mereka tidak kecewa.
Tapi kalau akun facebookmu benar-benar mau hidup, berikanlah cerita sampai tamat.
Berikanlah cerita yang menginspirasi orang.
Mungkin saja di awalnya ceritamu seperti berpihak pada kejahatan, tapi pastikan, alur cerita mengarah kepada memenangkan kebenaran dan kebaikan.
Buatlah cerita yang bisa membuktikan benarnya sebuah keyakinan universal. Buat cerita yang mengajarkan kepada orang nilai nilai agama. Buat cerita yang menginspirasi orang bahwa aturan Islam benar benar solusi. Bahwa Fiqih Islam itu benar benar solusi. Cerita yang mengajarkan nilai nila yang orang sudah terima dan pelajari di sekolah.
Dan kita melakukannya karena Allah, menulislah dengan niat yang baik, dengan bahasa yang baik, dengan isi yang baik, dengan ending yang baik, demi mendapatkan Ridha Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Maka Bismillah haruslah menjadi awal.
Jadi, meskipun nanti tulisan itu tidak ada pembaca, kita tetap bahagia, telah menghasilkan karya yang baik, demi mendapatkan ridha-Nya.
Tulislah karya yang bisa membuat dirimu sendiri terinspirasi melakukan kebaikan.
